PENAJAM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara melaksanakan pengamanan aksi damai unjuk rasa ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Senin (03/02/2025).
Aksi damai ratusan THL ini dipicu kuat oleh beberapa hal, yaitu masa kerja yang tidak diakui, THL yang tidak lulus PPPK, dan meminta untuk diangkat menjadi PPPK penuh waktu dan sebagainya. para THL ini juga meminta solusi terbaik kepada pemerintah terkhusunya DPRD untuk menyikapi nasib ratusan THL di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Tenaga Harian Lepas (THL) ini tergabung dalam Aliansi Honorer R2-R3 Indonesia Kabupaten Penajam Paser Utara yang berasal dari beberapa SKPD yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Aksi damai ini di awali dengan berkumpul di Alun-alun Taman penyembolum yang bergerak ke Kantor DPRD Kabupaten PPU pada pagi 09.00 WITA.
Beberapa peserta aksi damai tersebut menyampaikan beberapa orasi dengan menggunakan ikat kepala dan pakaian hitam putih sambil memegang spanduk bertuliskan Aksi Damai Aliansi Honorer Indonesia Bersatu,Tolak PPPK Paruh Waktu, Perhatikan Kami,Pengabdian Kami Bukan Hitungan Jari dan tulisan lainnya.

Tuntutan aksi ini juga meminta pemerintah daerah untuk mengangkat honorer sesuai dengan amanat undang-undang ASN nomor 20 tahun 2023, agar mengoptimalkan anggaran, agar semua tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Hasil dari Rapat Dengar Pendapat yang dilaksanakan di lantai 3 kantor DPRD PPU dari perwakilan Tenaga Harian Lepas (THL) ini akan dilakukan mekanisme optimalisasi berdasarkan keinginan teman-teman THL, dengan beberapa tuntutan aksi tersebut akan dibahas bersama dengan pemerintah pusat dan daerah karena persoalan ini bukanlah persoalan daerah namun persoalan ini adalah persoalan nasional yang harus dibahas bersama. DPR PPU berjanji akan menjadi garda terdepan bagi THL di Kabupaten Penajam Paser Utara.
(REGITA/SATPOL)
